Sabtu, 19 April 2014

SD sampai Mahasiswa PACARAN ?!!

Pengertian akan cinta yang simpang siur dikalangan remaja membuat mereka terjerat oleh hubungan palsu (pacaran). Entah siapa yang harus disalahkan oleh adanya hubungan yang gak jelas seperti ini. Semua merasa punya hak akan menjalin hubungan yang tak tentu arah n penuh ketidak pastian.

Anak SD misalnya, di pikir secara hemat tentunya bukan waktunya mereka untuk memikirkan atau merasakan jalinan asmara. Dilihat dari kemandirian adik-adik kita ini jauh dari kemandirian minimal (mandi sendiri, nyuci sndri, atau mungkin juga masak). Lalu alasan apa yang mereka pakai untuk menjalin hubungan pacaran?? motivasi belajar?? (haloo, pacaran ko dibuat motivasi belajar?? yang ada tuk modus pacaran) karena cinta?? (whats??!! Anak SD ngerti apa tentang Cinta?? makan aja masih disuapin..)
berikutnya SMP, oke dari segi kemadirian minimal sudah muncul. baik itu makan, nyuci, n masak. tpi apa itu diartikan boleh pacaran?? maaf, anda belum beruntung, hehe. masa-masa SMP adalah masa emas untuk berimajinasi akan masa depan dan belajar ilmu-ilmu dasar kehidupan. bukan masa emas untuk menarik pasangan. (masa iya mau nikah SMP??)
Fase SMA, SD ga mungkin pacran, SMP juga boleh. klo SMA? tetap aja ga boleh. why? ya karena cinta telah tumbuh di hati akan lawan jenis itu bukan cinta yang sesungguhnya tetapi itu cinta yang 3/4 persennya nafsu n rasa heran. Ingat, masa remaja adalah masa yang keinginan tahuannya tinggi. So, untuk menjalin apa itu Cinta tetap ga diperbolehkan. Lebih baik ambil buku n ukir prestasimu. masa harus fokus trus belajarnya?? ya kalau begitu kelapangan ukir tubuhmu n ktreativitasmu. lalu alasan apa lagi yang gak diperbolehkan?? oke deh tapi langsung nikah ya.. blum siap mas. Nah itu jawaban anak-anak SMA. memang pacaran manfaatnya apa si???

Ke fase MAHASISWA, wwuuiihh MAHASISWA. udah mahasiswa boleh dunk pacaran. Ya Allah, semangat bgt mau pacaran. kenapa semangatnya ga untuk belajar atau ibadah gitu. di fase Mahasiswa sebenarnya udah paham apa arti pacaran itu n apa manfaatna. ketika sudah di pertimbangkan baik buruknya pacaran, dalam hukum juga bagaimana. ya akhirnya walau tahu pacaran itu ga boleh tetp aja di jalanin. Alasannya tuk lebih mengenal satu sama lain. trus klo udah kenal bakalan nikah gitu?? ya gak lah. ya untuk saling menyemangati dalam belajar maupun persoalan hidup. yakin???
klo dibanding2kan dari pernyataan dengan kenyataan sangat bertolakbelakang 180 derajat. Bilang saling menyemangati dalam studi tpi setiap saat sms-an trus n nlpon trus. (kapan belajarnya). Katanya proses mengenal satu sama lain (mengenalnya ko sampai hamil si??). namanya zinah bukan mengenal kalii.
dari sekian bnyak orang pacaran, hanya 1 dari 100 org yang nikah sm pacarnya (perkiraan). n dari yang nikah itu sebagian karena hamil dluan.

Inikah CINTA??
jika ada dari orang yang pacaran, tidak pernah melakukan kontak fisik (pegang, atau ketemuan). maka itu sedikit sekali. trus apa krena itu boleh melakakukan pacran?? Maaf mas/mba, kita sebagai orang dewasa harus menjadi contoh yang baik bagi adik-adik kita. mereka pacaran karena mengikuti kita yang dewasa pacaran. bukan begitu.??
Lalu apa ada jaminan iman kita untuk menjaga diri dari hal2 itu??
iman kita pun naik turun.
Jika hanya ingin mencari jodoh, tirulah cara rosulullah yaitu melalui perantara. ketika sudah nikah terserah kita pacaran sepuasanya tanpa batas. bukan kah lebih praktis, lebih hemat, lebih terjamin, n lebih mengesankan.
By : Ali Ruslan

SAY nO TO pACARAN
:D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar